Latar Belakang Visi Misi Nilai Keunggulan Struktur Organisasi Susunan Pengurus
TKIT Al-Ummah KBIT Al-Ummah TAAS Al-Ummah

Senin, 19 Juli 2010 | 11.00 | 2 Comments

Bunda, Menyekolahkan Ananda saja Tidak Cukup


Bunda, sepekan sudah anak-anak kita masuk sekolah. Bagi yang baru masuk KB atau TK, satu pekan kemarin adalah hari istimewa. Sekaligus berat. Anak-anak kita bertemu dengan wajah-wajah baru. Teman-temannya yang baru. Ustadzah yang baru. Juga lingkungan yang baru.

Hanya karena karunia Allah-lah mereka bisa begitu cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Bermain dengan ceria bersama teman-temannya. Dan mulai akrab dengan para ustadzah di sekolah. Subhaanallah... anak-anak polos tanpa dosa itu memang dikarunia kecerdasan yang luar biasa.

Menyekolahkan Saja tidak Cukup
Setelah berlalu satu pekan, banyak anak-anak kita yang sudah berani dan tidak mau lagi ditunggui. Bunda, kita pun kemudian menjadi bangga dan lega. Kita bersyukur karena telah menyekolahkan mereka. Memilih sekolah terbaik bagi ananda. Mempercayakan pendidikan mereka kepada para ustadzah.

Sebagian bunda mungkin berpikir bahwa tanggungjawab pendidikan teratasi. Kita telah memberi bekal yang tepat setelah sepekan menyekolahkan mereka. Lega. Bersyukur. Bebas dari tanggungjawab. Sebentar, sebentar. Bebas tanggung jawab? ini perlu diluruskan. Bukankah begitu, Bunda?!

Bunda, menyekolahkan saja tidak cukup. Memberi uang saku, menyuruh sopir mengantar dan menjemput mereka, itu belum cukup. Menyediakan fasilitas bermain untuk mereka sepulang sekolah? Itu juga belum cukup.

Ananda yang kini dalam masa golden age, akan berkembang hebat sesuai fitrahnya. Ananda juga dilahirkan dengan kecerdasan luar biasa. Tidak tanggung-tanggung. Mereka memiliki 8 jenis kecerdasan! Memang tidak semuanya optimal. Biasanya ada satu atau dua diantara 8 kecerdasan ini yang lebih dominan. Tentang 8 kecerdasan ini dan bagaimana cara mengotimalkannya, insya Allah akan kita bahas lain kali.

Fitrah yang dianugerahkan Allah jika tetap terjaga membuat anak konsisten dalam kebenaran. Jadi, tidak ada anak yang dilahirkan sebagai anak nakal atau suka bohong.

Bunda, untuk membuat fitrah dan kecerdasan ananda optimal, sekolah saja tidak cukup.

Bunda, Perhatian dan Kasih Sayang
Jika sekolah saja tidak cukup, lalu apa? Bunda, ananda membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Apalagi dalam masa-masa usia dini atau golden age ini.

Perhatian yang dibutuhkan ananda tidaklah sepanjang hari harus bersama bunda. Jika bunda termasuk orang yang sibuk, berarti kualitasnya yang perlu ditingkatkan. Meskipun tidak bisa mengantar mereka ke sekolah, bunda bisa tetap memberikan perhatian sejak bangun tidur. Mencium ananda, memandikan (bagi ananda yang belum bisa mandi sendiri), sampai sarapan bersama.

Ungkapan-ungkapan sayang perlu dberikan kepada ananda sebelum berpisah untuk berangkat. "Sekolahnya yang pinter sayang ya", "Bunda pasti kangen dengan ananda yang shalih ini,", dan sebagainya. Ingat, kalimat bunda harus kalimat positif. Bukan kalimat negatif.

Luangkan sedikit waktu bersama ananda sebelum berangkat. Bercanda dan bermain meski hanya beberapa menit dengan mereka. Mencontoh istilah Ali bin Abu Thalib, r.a. : "al ibuhum" saat ini memang masa mengajak ananda bermain. Beruntunglah jika bunda termasuk yang memiliki banyak waktu hingga bisa mengantar dan menjemput ananda.

Sepulang ananda sekolah atau sepulang bunda bekerja dan bertemu dengan ananda, berikan perhatian lagi kepada ananda. Di sekolah ananda sudah diserahkan kepada ustadzah, kemudian di rumah di serahkan kepada baby sitter, bukanlah pilihan yang tepat. Temani mereka. Luangkan waktu untuk mengajak ananda mengingat apa yang telah didapatkan di sekolah.

Perhatian dan kasih sayang ini begitu penting, bunda. Keduanya menjadi faktor penentu pertumbuhan intelegensia ananda juga. Bunda mungkin sekarang sudah mendengar bahwa banyak ananda yang mengalami pertumbuhan kecerdasan secara cepat setelah aktifasi otak tengah. Istilah yang populer AJI: Anak Jenius Indonesia. Lepas dari kontroversi aktivasi otak tengah, sebenarnya kunci kesuksesan pelatihan itu ditentukan oleh faktor perhatian orang tua. Makanya setiap pelatihan orang tua harus ikut untuk lebih dekat kepada mereka dan memberikan perhatian yang lebih dari biasanya.

Nah, kita ingin anak-anak kita terjaga fitrah dan berkembang kecerdasannya, bukan? Bukan hanya sekolah. Perhatian dan kasih sayang bunda adalah kuncinya. Setuju, bunda?[]


Arifatus Sholihah
Kepala KBIT Al-Ummah
Jl. Tanjung Wira VI No.44 GKB, Gresik

2 komentar:

blog mengatakan...

Aku sayang ibu..

> KOMUD <

Riska mengatakan...

Membuka cakrawala berpikir... moga selalu perhatian pada buah hati tercinta

Posting Komentar

 
Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Modif by AbuNida