Latar Belakang Visi Misi Nilai Keunggulan Struktur Organisasi Susunan Pengurus
TKIT Al-Ummah KBIT Al-Ummah TAAS Al-Ummah


Galeri Foto »

Anda Pengunjung Ke »

Jumat, 30 Agustus 2013 | 13.00 | 0 Comments

Polisi dan Dokter Cilik Al Ummah Bagikan Stiker Kemerdekaan

Pagi ini suasana sekolah Al Ummah tampak berbeda dari hari–hari biasanya. Halaman sekolah penuh dengan polisi, tentara, dan dokter cilik. Ada juga yang memakai baju adat. Khas dengan senyum keceriaan mereka.

Sejumlah mobil gajah kemudian mengantarkan anak-anak keliling GKB. Rute pawai mulai dari sekolah ke arah jalan Jawa, Sumatra sampai ke Bundaran GKB. Perjalanan dilanjutkan ke arah perumahan Pongangan lalu ke jalan Kalimantan GKB dan berakhir di sekolah tepat jam 09.00 WIB.

Di sejumlah titik, mobil gajah siswa kelas B TKIT Al Ummah berhenti. Di dekat Puskesmas GKB, di depan Giant dan perempatan Jalan Kalimantan mereka membagikan stiker kemerdekaan ke pengguna jalan.

Selain mendapatkan apresiasi dari pengguna jalan, pawai baju adat dan profesi ini membawa kesan tersendiri bagi wali murid dan anak-anak.

“Senang, karena anak-anak selama ini belum pernah diajak acara begini” kata mama Ryan kelas B3 mengungkapkan kesannya.
Polisi cilik Al Ummah berbagi stiker kemerdekaan
“Siip ustadzah, membuat orangtua lebih kreatif,” tambah mama Hanifah kelas B3.

“Senang jadi dokter, soalnya bawa alat suntik,” ujar salah seorang anak yang berperan sebagai dokter, mewakili teman-temannya yang juga antusias.

Pawai baju adat dan profesi ini merupakan peringatan tema HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 21 Agustus lalu yang diisi dengan perlombaan antar kelas. Perlombaan ini bertujuan untuk memupuk jiwa sportifitas dalam diri anak-anak Al Ummah. [Rtn/Mch]
Read More - Polisi dan Dokter Cilik Al Ummah Bagikan Stiker Kemerdekaan

Senin, 20 Mei 2013 | 14.17 | 0 Comments

Ingin Sukses Parenting, Orang Tua Harmonis Faktor Penting


Penelitian yang dilakukan oleh para psikolog dan guru BK menunjukkan, anak-anak yang bermasalah ternyata mayoritas berasal dari keluarga yang bermasalah. Demikian dipaparkan Ustadz Suhadi Fadjaray dalam Parenting Education 2013 yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah Al Ummah di Gedung PPS Semen Indonesia, Ahad (19/5).

"Jika ayah bunda mau sukses dalam pengasuhan anak, menjadi harmonis adalah kuncinya," tegas konsultan pendidikan itu, "Ayah harus mencintai bunda, dan bunda harus mencintai ayah."

Lebih jauh, pembicara nasional itu menjelaskan, jika suami istri tidak cinta, tidak harmonis, umumnya mereka akan sering terlibat pertengkaran, bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga. Parahnya, anak-anak kerap menjadi korban ketika orangtua bertengkar. Ia dimarahi, dihardik, bahkan disakiti. Kalaupun tidak, karakter anak yang suci laksana kertas putih pun telah terkotori dengan melihat orangtuanya saling memarahi.

Data lain yang diungkap Suhadi menunjukkan, ada pemuda yang tega membunuh orang tuanya sendiri dan kejahatan keji serupa. Setelah diselidiki, ternyata masa kecil mereka kurang ASI. Para pakar menjelaskan bahwa kurangnya ASI bukan sekedar bermakna kurang gizi. Yang lebih penting adalah pelukan dan kasih sayang yang didapatkan bayi saat ia berada dalam dekapan ibu. Senada dengan itu, pelukan dan gendongan ayah kepada anak usia 0-7 tahun juga berpengaruh positif pada pembentukan karakter mereka. Karenanya, motivator yang sering tampil di televisi itu mengajak seluruh orang tua untuk mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada putra-putrinya, terutama di usia 0-7 tahun.

Kunci berikutnya dalam parenting adalah keteladanan. Anak akan lebih mengikuti contoh apa yang ia saksikan daripada perintah atau nasehat yang ia dengar. Jika orangtua mengajak anaknya untuk sabar, tetapi mereka suka marah di rumah, maka yang ditiru anak adalah sifat marah, bukan sabar yang disampaikan secara verbal.

Untuk membuktikan efektiknya keteladanan daripada perintah, Suhadi mengajak peserta melakukan sebuah game. Peserta disuruh mengikuti instruksi pemateri. Dalam beberapa instruksi pertama, di mana pemateri melakukan hal yang sama dengan apa yang ia instruksikan, peserta pun melakukan instruksi tersebut dengan tepat. Namun ketika pemateri menginstruksikan "Pegang dagu!" ternyata banyak peserta yang salah dengan memegang dahi, seperti yang dilakukan oleh pemateri.

Selain mengajak orangtua menjadi teladan bagi anak-anaknya, Suhadi juga merekomendasikan kepada orangtua untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah Muhammad dalam keluarga. Diantaranya dengan cara mengenalkan Rasulullah, membacakan kisah hidup Rasulullah, dan memberikan buku Sirah Nabawiyah untuk anak, tentu saja yang kemasannya menarik dan sesuai dengan usia mereka.
Suhadi baca surat tuk ananda, peserta berurai air mata

Kunci yang tak kalah penting dalam parenting adalah doa. Penulis sejumlah buku itu menceritakan betapa sering ia mendapatkan "keajabaiban" dalam parenting setelah mendoakan anak-anaknya dengan tulus.

Dua jam lebih bersama Suhadi dalam topik "Character Building at Home: Anak Cerdas dan Mulia"itu seakan sangat singkat bagi 250 peserta yang memenuhi Gedung PPS, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Gresik. Ketika peserta ditanya apakah perlu dilanjutkan sesi parenting education berikutnya, hampir semua peserta angkat tangan. Sepanjang training, beragam suasana tampak mewarnai ruangan. Saat-saat tertentu, misalnya saat Suhadi membaca surat dan puisi untuk anak, tidak sedikit orangtua yang menangis. Sebaliknya, saat Suhadi menceritakan kisah-kisah kocak maupun menyampaikan materinya dengan gayanya yang humoris, seisi ruangan pun tertawa terpingkal-pingkal. [AM/Lgs]
Read More - Ingin Sukses Parenting, Orang Tua Harmonis Faktor Penting

Jumat, 26 April 2013 | 15.00 | 0 Comments

Berkunjung ke PMK, Siswa Al Ummah Berperan Jadi Api


Tepat jam 7.30, Kamis (25/4) lalu, siswa TKIT Al Ummah bersiap berangkat menuju kantor Pemadam Kebakaran (PMK) Gresik. Kunjungan bersama ustazah ini merupakan perayaan tema "Alhamdulillah Allah Menciptakan Air."

Sesampai di lokasi kantor PMK, anak-anak diajak oleh bu Nurul selaku penanggung jawab dari kru PMK untuk berkenalan dengan seluruh petugas. Tak lupa, bu Nurul mengajak anak-anak untuk bernyanyi lagu kru pemadam kebakaran. “Pantang Pulang Sebelum Padam” merupakan jargon penyemangat kru PMK dalam bertugas.

Seusai berkenalan dan bernyanyi bersama, kru PMK mendemonstrasikan peralatan yg digunakan untuk memadamkan api. Anak-anak berebut unjuk tangan ketika disuruh maju untuk mencoba peralatan yang sedang di peragakan oleh kru PMK. Misalnya APAR (Alat Pemadam Api Ringan), sepatu boot, jaket PMK, fire blanket (selimut api), dan sebagainya. Serunya lagi, salah seorang ustadzah dipersilahkan mengenakan seluruh atribut PMK lalu memperagakan penggunaan APAR untuk memadamkan api.

Puncak kegiatan perayaan tema di kantor PMK, anak-anak diajak keliling dengan menggunakan mobil PMK dan simulasi pemadaman api. Pada bagian simulasi pemadaman api, para siswa TKIT Al Ummah yang telah mengenakan jas hujan berperan sebagai api. Petugas PMK menyemprotkan air dari mobil pemadam, membuat anak-anak berlarian, laksana api yang berkobar-kobar. Sambil tertawa ceria, anak-anak menikmati "hujan buatan" dari pasukan merah itu.
Siswa TKIT Al Ummah berperan jadi api

"Asyik... seru ustadzah," kata anak-anak sambil berbasah-basahan.

Simulasi pemadaman air membuat anak-anak menjadi lebih tahu manfaat air untuk memadamkan kebakaran. Siswa TKIT Al Ummah kini juga hafal nomor telepon PMK 113. "Nomor itu harus segera dihubungi ketika terjadi kebakaran" kata salah satu siswa.

Bersamaan dengan kunjungan TKIT ke PMK, siswa KBIT Al Ummah mengunjungi PT. Swabina Gatra untuk melihat langsung proses pembuatan air minum di sana. (rtn)
Read More - Berkunjung ke PMK, Siswa Al Ummah Berperan Jadi Api

Selasa, 05 Maret 2013 | 11.00 | 0 Comments

Ketika Siswa Al Ummah Berkreasi dari Sampah


“Ustadzah... aku bisa bikin pigora,” kata salah seorang siswa TKIT Al Ummah, setelah berhasil meronce dari bahan sampah kering.
“Aku bisa buat kupu-kupu lho”
“Aku buat ayam”
Siswa yang lain tak mau ketingalan, menunjukkan karya masing-masing.

Pada 18 dan 19 Februari 2013 lalu, siswa KBIT dan TKIT Al Ummah bergiliran mengunjungi Rumah Kreasi Daur Ulang Sampah, Jambangan, Surabaya. Antusiasme siswa Al Ummah terlihat sejak berangkat. Setiba di Rumah Kreasi Daur Ulang Sampah “Pitoe”siswa dijemput oleh ibu kader, selanjutnya di antarkan ke pos masing-masing untuk melihat proses daur ulang sampah basah dan sampah kering.

Anak-anak juga mendapatkan penjelasan ringan seputar apa itu sampah kering dan sampah basah, sambil langsung menunjuk bahan-bahan yang dimaksud.

Kegiatan mengasyikkan itu merupakan perayaan tema “Aku Cinta Bersih.” Perayaan Tema merupakan salah satu kegiatan pendukung di sekolah Al Ummah. Menurut penelitian Bobbi De Porter, perayaan seperti ini sangat efektif membantu anak untuk mencapai keberhasilan pembelajaran. Baik dalam bentuk peningkatan kualitas memori maupun kepercayaan diri. []
Read More - Ketika Siswa Al Ummah Berkreasi dari Sampah

Rabu, 23 Januari 2013 | 12.00 | 0 Comments

Menyerbu Buah Serba Lima Ribu


Partisipasi wali murid selalu menjadi harapan tiap sekolah. Di Al Ummah misalnya, dalam rangka mendukung tema pembelajaran Buah Makanan Kesukaanku, Komite Sekolah menggelar bazar SERBU (Serbu Buah Lima Ribu) pada Sabtu 19 Januari 2013.

Tidak pakai lama, acara langsung di SERBU pengunjung segera setelah aneka macam buah olahan dipajang. Dari buah segar, manisan buah, juice buah, puding buah dan es buah tersedia. Tak ketinggalan rujak buah dan buah segar yang semuanya menggugah selera.

Selain wali murid Al Ummah, pengunjung umum juga berdatangan. Selain membeli buah segar dan aneka buah olahan, pengunjung juga menyempatkan diri menanyakan informasi pendaftaran siswa baru yang masih terbuka lebar kesempatannya.



Selain acara jual beli, di event ini anak-anak juga diberi kesempatan mengenal makanan apa saja yang bisa dibuat dari buah serta buah apa saja yang ada di dalamnya. “Ramai dan seru, alhamdulillah. Jadi menambah kekompakan Komite Sekolah” ujar Misri, ketua Komite Sekolah. []
Read More - Menyerbu Buah Serba Lima Ribu
 
Pendaftaran

Paling Banyak Dibaca Pekan Ini

Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by Jurnalborneo.com
Proudly powered by Blogger.com | Modif by AbuNida