
Tepat jam 7.30, Kamis (25/4) lalu, siswa TKIT Al Ummah bersiap berangkat menuju kantor Pemadam Kebakaran (PMK) Gresik. Kunjungan bersama ustazah ini merupakan perayaan tema "Alhamdulillah Allah Menciptakan Air."
Sesampai di lokasi kantor PMK, anak-anak diajak oleh bu Nurul selaku penanggung jawab dari kru PMK untuk berkenalan dengan seluruh petugas. Tak lupa, bu Nurul mengajak anak-anak untuk bernyanyi lagu kru pemadam kebakaran. “Pantang Pulang Sebelum Padam” merupakan jargon penyemangat kru PMK dalam bertugas.
Seusai berkenalan dan bernyanyi bersama, kru PMK mendemonstrasikan peralatan yg digunakan untuk memadamkan api. Anak-anak berebut unjuk tangan ketika disuruh maju untuk mencoba peralatan yang sedang di peragakan oleh kru PMK. Misalnya APAR (Alat Pemadam Api Ringan), sepatu boot, jaket PMK, fire blanket (selimut api), dan sebagainya. Serunya lagi, salah seorang ustadzah dipersilahkan mengenakan seluruh atribut PMK lalu memperagakan penggunaan APAR untuk memadamkan api.
Puncak kegiatan perayaan tema di kantor PMK, anak-anak diajak keliling dengan menggunakan mobil PMK dan simulasi pemadaman api. Pada bagian simulasi pemadaman api, para siswa TKIT Al Ummah yang telah mengenakan jas hujan berperan sebagai api. Petugas PMK menyemprotkan air dari mobil pemadam, membuat anak-anak berlarian, laksana api yang berkobar-kobar. Sambil tertawa ceria, anak-anak menikmati "hujan buatan" dari pasukan merah itu.
"Asyik... seru ustadzah," kata anak-anak sambil berbasah-basahan.
Simulasi pemadaman air membuat anak-anak menjadi lebih tahu manfaat air untuk memadamkan kebakaran. Siswa TKIT Al Ummah kini juga hafal nomor telepon PMK 113. "Nomor itu harus segera dihubungi ketika terjadi kebakaran" kata salah satu siswa.
Bersamaan dengan kunjungan TKIT ke PMK, siswa KBIT Al Ummah mengunjungi PT. Swabina Gatra untuk melihat langsung proses pembuatan air minum di sana. (rtn)
Sesampai di lokasi kantor PMK, anak-anak diajak oleh bu Nurul selaku penanggung jawab dari kru PMK untuk berkenalan dengan seluruh petugas. Tak lupa, bu Nurul mengajak anak-anak untuk bernyanyi lagu kru pemadam kebakaran. “Pantang Pulang Sebelum Padam” merupakan jargon penyemangat kru PMK dalam bertugas.
Seusai berkenalan dan bernyanyi bersama, kru PMK mendemonstrasikan peralatan yg digunakan untuk memadamkan api. Anak-anak berebut unjuk tangan ketika disuruh maju untuk mencoba peralatan yang sedang di peragakan oleh kru PMK. Misalnya APAR (Alat Pemadam Api Ringan), sepatu boot, jaket PMK, fire blanket (selimut api), dan sebagainya. Serunya lagi, salah seorang ustadzah dipersilahkan mengenakan seluruh atribut PMK lalu memperagakan penggunaan APAR untuk memadamkan api.
Puncak kegiatan perayaan tema di kantor PMK, anak-anak diajak keliling dengan menggunakan mobil PMK dan simulasi pemadaman api. Pada bagian simulasi pemadaman api, para siswa TKIT Al Ummah yang telah mengenakan jas hujan berperan sebagai api. Petugas PMK menyemprotkan air dari mobil pemadam, membuat anak-anak berlarian, laksana api yang berkobar-kobar. Sambil tertawa ceria, anak-anak menikmati "hujan buatan" dari pasukan merah itu.
![]() |
| Siswa TKIT Al Ummah berperan jadi api |
"Asyik... seru ustadzah," kata anak-anak sambil berbasah-basahan.
Simulasi pemadaman air membuat anak-anak menjadi lebih tahu manfaat air untuk memadamkan kebakaran. Siswa TKIT Al Ummah kini juga hafal nomor telepon PMK 113. "Nomor itu harus segera dihubungi ketika terjadi kebakaran" kata salah satu siswa.
Bersamaan dengan kunjungan TKIT ke PMK, siswa KBIT Al Ummah mengunjungi PT. Swabina Gatra untuk melihat langsung proses pembuatan air minum di sana. (rtn)

