Pagi ini suasana sekolah Al Ummah tampak berbeda dari hari–hari biasanya. Halaman sekolah penuh dengan polisi, tentara, dan dokter cilik. Ada juga yang memakai baju adat. Khas dengan senyum keceriaan mereka.
Sejumlah mobil gajah kemudian mengantarkan anak-anak keliling GKB. Rute pawai mulai dari sekolah ke arah jalan Jawa, Sumatra sampai ke Bundaran GKB. Perjalanan dilanjutkan ke arah perumahan Pongangan lalu ke jalan Kalimantan GKB dan berakhir di sekolah tepat jam 09.00 WIB.
Di sejumlah titik, mobil gajah siswa kelas B TKIT Al Ummah berhenti. Di dekat Puskesmas GKB, di depan Giant dan perempatan Jalan Kalimantan mereka membagikan stiker kemerdekaan ke pengguna jalan.
Selain mendapatkan apresiasi dari pengguna jalan, pawai baju adat dan profesi ini membawa kesan tersendiri bagi wali murid dan anak-anak.
“Senang, karena anak-anak selama ini belum pernah diajak acara begini” kata mama Ryan kelas B3 mengungkapkan kesannya.
“Siip ustadzah, membuat orangtua lebih kreatif,” tambah mama Hanifah kelas B3.
“Senang jadi dokter, soalnya bawa alat suntik,” ujar salah seorang anak yang berperan sebagai dokter, mewakili teman-temannya yang juga antusias.
Pawai baju adat dan profesi ini merupakan peringatan tema HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 21 Agustus lalu yang diisi dengan perlombaan antar kelas. Perlombaan ini bertujuan untuk memupuk jiwa sportifitas dalam diri anak-anak Al Ummah. [Rtn/Mch]
Sejumlah mobil gajah kemudian mengantarkan anak-anak keliling GKB. Rute pawai mulai dari sekolah ke arah jalan Jawa, Sumatra sampai ke Bundaran GKB. Perjalanan dilanjutkan ke arah perumahan Pongangan lalu ke jalan Kalimantan GKB dan berakhir di sekolah tepat jam 09.00 WIB.
Di sejumlah titik, mobil gajah siswa kelas B TKIT Al Ummah berhenti. Di dekat Puskesmas GKB, di depan Giant dan perempatan Jalan Kalimantan mereka membagikan stiker kemerdekaan ke pengguna jalan.
Selain mendapatkan apresiasi dari pengguna jalan, pawai baju adat dan profesi ini membawa kesan tersendiri bagi wali murid dan anak-anak.
“Senang, karena anak-anak selama ini belum pernah diajak acara begini” kata mama Ryan kelas B3 mengungkapkan kesannya.
![]() |
| Polisi cilik Al Ummah berbagi stiker kemerdekaan |
“Senang jadi dokter, soalnya bawa alat suntik,” ujar salah seorang anak yang berperan sebagai dokter, mewakili teman-temannya yang juga antusias.
Pawai baju adat dan profesi ini merupakan peringatan tema HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 21 Agustus lalu yang diisi dengan perlombaan antar kelas. Perlombaan ini bertujuan untuk memupuk jiwa sportifitas dalam diri anak-anak Al Ummah. [Rtn/Mch]


