Guru yang kreatif selalu dapat memacu anak usia dini untuk aktif. Itulah semangat yang melatarbelakangi Lomba Kreativitas Guru dan Anak yang diadakan Al Ummah pada 8 Desember 2012 dalam rangka memperingat Hari Guru
Lomba yang diikuti puluhan kelompok dari jenjang BATITA, Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak ini terkesan hening karena semua anak tengah asyik membuat karya kreativitas dari ide guru mereka. Menggunting, menempel, mewarnai, melipat, menabur dan sebagainya dengan tekun dilakukan anak-anak dengan dampingan para guru.
“Memang tujuan dari event ini melihat sejauh mana kerjasama guru dalam membimbing anak dan rasa puas serta bangga dalam diri anak ketika ketekunannya berbuah hasil karya mereka yang original. Karena guru hanya mendampingi dan mengarahkan . Hasil karya tetap asli buatan anak” jelas Shohihatin, ketua pelaksana lomba bertajuk Guru Kreatif Siswa Aktif ini.
Tentu saja, pemenang yang muncul adalah kelompok yang gurunya paling sabar mengarahkan dan bersabar untuk tidak terlibat banyak saat anak membuat hasil karya. Disamping itu unsur kemanfaatan, kreativitas serta penggunaan alat dan bahan juga menjadi kriteria pemenang.
“Ada kesenangan buat anak-anak karena selama ini hasil karya mereka tidak dilombakan. Disamping itu event ini juga bentuk edukasi kami kepada lembaga pendidikan lain yang jadi peserta lomba agar mulai belajar untuk menjadi pendidik yang ramah anak. Karena fungsi pendidik sebenarnya hanyalah fasilitator, motivator dan evaluator bukan instruktur” lanjut Shohihatin. []
Lomba yang diikuti puluhan kelompok dari jenjang BATITA, Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak ini terkesan hening karena semua anak tengah asyik membuat karya kreativitas dari ide guru mereka. Menggunting, menempel, mewarnai, melipat, menabur dan sebagainya dengan tekun dilakukan anak-anak dengan dampingan para guru.
“Memang tujuan dari event ini melihat sejauh mana kerjasama guru dalam membimbing anak dan rasa puas serta bangga dalam diri anak ketika ketekunannya berbuah hasil karya mereka yang original. Karena guru hanya mendampingi dan mengarahkan . Hasil karya tetap asli buatan anak” jelas Shohihatin, ketua pelaksana lomba bertajuk Guru Kreatif Siswa Aktif ini.
Tentu saja, pemenang yang muncul adalah kelompok yang gurunya paling sabar mengarahkan dan bersabar untuk tidak terlibat banyak saat anak membuat hasil karya. Disamping itu unsur kemanfaatan, kreativitas serta penggunaan alat dan bahan juga menjadi kriteria pemenang.
“Ada kesenangan buat anak-anak karena selama ini hasil karya mereka tidak dilombakan. Disamping itu event ini juga bentuk edukasi kami kepada lembaga pendidikan lain yang jadi peserta lomba agar mulai belajar untuk menjadi pendidik yang ramah anak. Karena fungsi pendidik sebenarnya hanyalah fasilitator, motivator dan evaluator bukan instruktur” lanjut Shohihatin. []


