Takbir masih bersahut-sahutan di Sabtu pagi, 27 Oktober 2012 ketika puluhan anak Al Ummah merayakan Idul Adha 1433H. Selepas berlatih sholat Idul Adha di Masjid Islamic Center, anak-anak menyaksikan tahap demi tahap hewan qurban diproses.
Sejumlah pos telah siap dikunjungi anak-anak secara bergelombang. Dengan antusias anak-anak mengamati proses penyembelihan hewan qurban, pemotongan daging, penimbangan hingga packing daging siap antar. “Ini hati kambing, ini paru-parunya, kalo ini apanya?” tanya Nur Khasanah, guru Al Ummah sambil mengangkat kaki kambing yang terpotong. Anak-anak langsung menjawab dengan koor dan spontan.
Sambil menenteng satu kresek daging segar anak-anak dengan didampingi guru berbagi di rumah-rumah penduduk di sekitar Sekolah Al Ummah. Potongan daging kecil siap diolah. Dengan senang hati para guru mendampingi anak fun cooking bersama. Memasak gule dan sate kambing. Ada yang sibuk membantu meramu bumbu hingga berkepul asap arang.
Beberapa menit kemudian, ratusan tusuk sate kambing siap disantap. “Ayo berdoa dulu sebelum makan bersama” ajak Arik Yulianti, ketua panitia.
“Acara ini merupakan puncaknya, sebelumnya selama 4 pekan anak-anak sudah mendapat materi tentang sirah di syariatkan berqurban di bulan Dzulhijjah seperti kisah Nabi Ismail. Dengan begini anak-anak juga bisa belajar berempati dan suka berbagi satu sama lain” jelasnya kemudian.. (www.alummahgresik.com)
Sejumlah pos telah siap dikunjungi anak-anak secara bergelombang. Dengan antusias anak-anak mengamati proses penyembelihan hewan qurban, pemotongan daging, penimbangan hingga packing daging siap antar. “Ini hati kambing, ini paru-parunya, kalo ini apanya?” tanya Nur Khasanah, guru Al Ummah sambil mengangkat kaki kambing yang terpotong. Anak-anak langsung menjawab dengan koor dan spontan.
Sambil menenteng satu kresek daging segar anak-anak dengan didampingi guru berbagi di rumah-rumah penduduk di sekitar Sekolah Al Ummah. Potongan daging kecil siap diolah. Dengan senang hati para guru mendampingi anak fun cooking bersama. Memasak gule dan sate kambing. Ada yang sibuk membantu meramu bumbu hingga berkepul asap arang.
Beberapa menit kemudian, ratusan tusuk sate kambing siap disantap. “Ayo berdoa dulu sebelum makan bersama” ajak Arik Yulianti, ketua panitia.
“Acara ini merupakan puncaknya, sebelumnya selama 4 pekan anak-anak sudah mendapat materi tentang sirah di syariatkan berqurban di bulan Dzulhijjah seperti kisah Nabi Ismail. Dengan begini anak-anak juga bisa belajar berempati dan suka berbagi satu sama lain” jelasnya kemudian.. (www.alummahgresik.com)


