
“Rumitnya masalah di dunia pendidikan tidak harus tuntas semua, pemerintah dapat mengkonsentrasikan penuntasan masalah pada beberapa titik saja namun dapat berdampak pada yang lainnya, analoginya seperti pijat refleksi” papar Saifullah Yusuf, Wagub Jatim dalam sambutan pembukaan Rembug Pendidikan Jatim Jumat, 30 September 2011.
Rembug dengan tema “Menuju Penyusunan Raperda Pendidikan Jatim” tersebut adalah kali pertama terbuka untuk umum. Meski kuotanya terbatas 76 orang undangan umum, alhamdulillah lima orang diantaranya dari Al Ummah dan Al Ibrah.
Di hari pertama tersebut, pembicara yang terdiri dari Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si, Prof Ir. Daniel Rosyid, Ph.D dan anggota DPR RI Komisi E membedah sejumlah isu dan masalah pendidikan yang langsung disambut diskusi hangat oleh peserta. Isu itu diantaranya sekolah yang terlalu berorientasi pada kebutuhan dunia global dan tidak peka pada masalah daerah, kegagalan guru menjadi teladan karena menjadikan profesinya hanya sebagai pekerjaan, kelulusan siswa merupakan kerja komputer bukan hasil rapat guru, serta masih melekatnya citra PAUD sebagai pendidikan yang tidak penting.
Hari kedua, Focus Group Discussion (FGD) digelar. Terdapat sepuluh komisi untuk menghasilkan rekomendasi pada Perda Pendidikan Jatim. Kholifah, S.Pd, Kepala SDIT Al Ibrah turut berkontribusi di Komisi V yang membahas aspek Pendidik dan Tenaga Pendidikan. Donna Ari Novita, S.Pd, Kepala TKIT Al Ummah menyumbang gagasan di Komisi X terkait Sarana dan Prasarana Pendidikan. Arifatus Sholikha, S.PdI, Kepala KBIT Al Ummah konsentrasi di Komisi III yang membahas Pendidikan Anak Usia Dini.
Sementara itu di Komisi I terkait Hak & Kewajiban Pemerintah, Masyarakat dan Stakeholder Pendidikan, Musrifah, M.Med Kom, Humas Al Ummah, merekomendasikan perlunya pemerintah memberikan dukungan untuk lahirnya Sekolah Orangtua dan perlunya sekolah memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya melalui program School Social Responsibility layaknya CSR, yang tidak mesti harus mengeluarkan biaya. Terkait dengan akan segera berdinya SMPIT Al Ibrah, Eko Priyono, M.Pd, Humas Al Ibrah turut memberikan rekomendasinya di Komisi VI terkait Pendirian Satuan Pendidikan.
“Idealis bukan hal yang salah. Namun ide yang lebih kompromis dan realistis dapat lebih diterima banyak orang daripada idealis yang sempit” pesan Bagong Suyanto, MA, moderator, sebelum FGD dan pleno di gelar.
bagaimana lazimnya suatu rembug, sebagian besar peserta, termasuk wakil dari Al Ibrah dan Al Ummah cukup gelisah kalau-kalau hasil rekomendasi tidak banyak berpengaruh pada Perda yang diterbitkan, namun kegelisahan itu cukup teratasi dengan janji Dewan Pendidikan JATIM selaku penggagas acara rembug ini menegaskan akan ada Sosialisasi dan Uji Publik sebelum Perda diluncurkan.
“Jelasnya itikad baik Dewan Pendidikan selaku panitia perlu di sambut dengan positive thinking, lagipula banyak manfaat lain yang kami peroleh selain menuangkan ide, diantaranya dapat mengenal dan bertukar ide dengan sejumlah tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah” komentar Likha yang dibenarkan teman-temannya yang lain saat meninggalkan Hotel Purnama, Batu, tempat acara digelar. (fa)
Rembug dengan tema “Menuju Penyusunan Raperda Pendidikan Jatim” tersebut adalah kali pertama terbuka untuk umum. Meski kuotanya terbatas 76 orang undangan umum, alhamdulillah lima orang diantaranya dari Al Ummah dan Al Ibrah.
Di hari pertama tersebut, pembicara yang terdiri dari Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si, Prof Ir. Daniel Rosyid, Ph.D dan anggota DPR RI Komisi E membedah sejumlah isu dan masalah pendidikan yang langsung disambut diskusi hangat oleh peserta. Isu itu diantaranya sekolah yang terlalu berorientasi pada kebutuhan dunia global dan tidak peka pada masalah daerah, kegagalan guru menjadi teladan karena menjadikan profesinya hanya sebagai pekerjaan, kelulusan siswa merupakan kerja komputer bukan hasil rapat guru, serta masih melekatnya citra PAUD sebagai pendidikan yang tidak penting.
Hari kedua, Focus Group Discussion (FGD) digelar. Terdapat sepuluh komisi untuk menghasilkan rekomendasi pada Perda Pendidikan Jatim. Kholifah, S.Pd, Kepala SDIT Al Ibrah turut berkontribusi di Komisi V yang membahas aspek Pendidik dan Tenaga Pendidikan. Donna Ari Novita, S.Pd, Kepala TKIT Al Ummah menyumbang gagasan di Komisi X terkait Sarana dan Prasarana Pendidikan. Arifatus Sholikha, S.PdI, Kepala KBIT Al Ummah konsentrasi di Komisi III yang membahas Pendidikan Anak Usia Dini.
Sementara itu di Komisi I terkait Hak & Kewajiban Pemerintah, Masyarakat dan Stakeholder Pendidikan, Musrifah, M.Med Kom, Humas Al Ummah, merekomendasikan perlunya pemerintah memberikan dukungan untuk lahirnya Sekolah Orangtua dan perlunya sekolah memberi manfaat bagi masyarakat sekitarnya melalui program School Social Responsibility layaknya CSR, yang tidak mesti harus mengeluarkan biaya. Terkait dengan akan segera berdinya SMPIT Al Ibrah, Eko Priyono, M.Pd, Humas Al Ibrah turut memberikan rekomendasinya di Komisi VI terkait Pendirian Satuan Pendidikan.
“Idealis bukan hal yang salah. Namun ide yang lebih kompromis dan realistis dapat lebih diterima banyak orang daripada idealis yang sempit” pesan Bagong Suyanto, MA, moderator, sebelum FGD dan pleno di gelar.
![]() |
| Kepala KBIT Al Ummah (jilbab putih) saat sidang komisi |
“Jelasnya itikad baik Dewan Pendidikan selaku panitia perlu di sambut dengan positive thinking, lagipula banyak manfaat lain yang kami peroleh selain menuangkan ide, diantaranya dapat mengenal dan bertukar ide dengan sejumlah tokoh, pemerhati dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah” komentar Likha yang dibenarkan teman-temannya yang lain saat meninggalkan Hotel Purnama, Batu, tempat acara digelar. (fa)

