[Simulasi Metode Belajar Sentra dan Saat Lingkaran Wali Murid TKIT Al Ummah Gresik]
Dua ibu muda menenteng dua boneka. Mereka berdialog seolah-olah menjadi ibu dan anak. Sesekali mereka menahan tawa. Dua ibu yang berprofesi perawat dan dosen itu menikmati peran yang dimainkannya.
Nuning dan Disty serta puluhan wali murid TKIT Al Ummah Gresik mengikuti simulasi belajar melalui bermain, Senin (9/8). Mereka dibagi empat kelompok yang belajar di Sentra Main Peran, Sentra Bahan Alam, Sentra Balok, dan Sentra Persiapan.
“Kami berharap wali murid merasakan langsung metode belajar Sentra dan Saat Lingkaran di TKIT Al Ummah serta mengerti manfaatnya,” papar Donna Ari, Kepala TKIT Al Ummah yang baru dua tahun berdiri.
Di Sentra Bahan Alam, misalnya, mereka mencampur warna merah dan kuning, sehingga menemukan warna baru, jingga. Sebagian ibu yang merelakan cuti dari pekerjaannya itu juga meremas spons berisi air, menjepit biji kacang hijau, melukis, dan bermain playdough.
“Keterampilan ini untuk merangsang sensorimotor anak, khususnya kepekaan indrawinya,” jelas Fitri, guru Sentra Bahan Alam.
Meski tidak langsung mengajarkan baca tulis, peserta di Sentra Persiapan mengenal bunyi dan bentuk huruf dengan kartu huruf, kartu baca, stempel, dan permainan motorik halus seperti meronce, menggunting, dan menjepit buah plastik sebagai keterampilan awal sebelum tangan anak siap menulis.
Metode ini memberikan perhatian khusus pada komunikasi positif dan tepat yang dapat membangun konsep berpikir anak. Peran guru adalah fasilitator, motivator, dan evaluator. Guru tidak memberi instruksi, mendikte, atau bahkan menyuruh anak menghafal.
Sumber: Surya Online, 11 Agustus 2010
Dua ibu muda menenteng dua boneka. Mereka berdialog seolah-olah menjadi ibu dan anak. Sesekali mereka menahan tawa. Dua ibu yang berprofesi perawat dan dosen itu menikmati peran yang dimainkannya.
Nuning dan Disty serta puluhan wali murid TKIT Al Ummah Gresik mengikuti simulasi belajar melalui bermain, Senin (9/8). Mereka dibagi empat kelompok yang belajar di Sentra Main Peran, Sentra Bahan Alam, Sentra Balok, dan Sentra Persiapan.
“Kami berharap wali murid merasakan langsung metode belajar Sentra dan Saat Lingkaran di TKIT Al Ummah serta mengerti manfaatnya,” papar Donna Ari, Kepala TKIT Al Ummah yang baru dua tahun berdiri.
Di Sentra Bahan Alam, misalnya, mereka mencampur warna merah dan kuning, sehingga menemukan warna baru, jingga. Sebagian ibu yang merelakan cuti dari pekerjaannya itu juga meremas spons berisi air, menjepit biji kacang hijau, melukis, dan bermain playdough.
“Keterampilan ini untuk merangsang sensorimotor anak, khususnya kepekaan indrawinya,” jelas Fitri, guru Sentra Bahan Alam.
Meski tidak langsung mengajarkan baca tulis, peserta di Sentra Persiapan mengenal bunyi dan bentuk huruf dengan kartu huruf, kartu baca, stempel, dan permainan motorik halus seperti meronce, menggunting, dan menjepit buah plastik sebagai keterampilan awal sebelum tangan anak siap menulis.
Metode ini memberikan perhatian khusus pada komunikasi positif dan tepat yang dapat membangun konsep berpikir anak. Peran guru adalah fasilitator, motivator, dan evaluator. Guru tidak memberi instruksi, mendikte, atau bahkan menyuruh anak menghafal.
Sumber: Surya Online, 11 Agustus 2010

3 komentar:
salam sobat
ketrampilan yang dapat merangsang kepekaan indrawi anak2 tidak hanya baca tulis saja ya?
sip. semoga makin semangat mengajar anak2 TK.
walau sudah telat.minal aidin walfaidzin.
kecerdasan anak tidak dilihat dari pelajaran formal az tetapi dari kekratifan juga...
Asyiknya belajar sentra di tk al ummah
Posting Komentar