
GRESIK - Sejumlah elemen masyarakat Gresik memperingati Hari Bumi dengan beragam aksi kemarin (22/4). Forum Kota (Forkot) Gresik menanam 500 batang pohon sono di dekat pengeboran sumur minyak Joint Operating Bodi Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) di Desa Sekarkurung dan Krembangan, Kecamatan Kebomas.
Sementara itu, puluhan siswa Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al Ummah mengadakan kampanye penghematan air di Jalan Balikpapan, kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar.
Bila biasanya aksi forkot kerap membuat perusahaan maupun pemerintah ketir-ketir karena demonstrasi menyoroti lingkungan, kemarin mereka bergandengan tangan dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik Soemarsono serta wakil TNI dan Polri.
"Penanaman ini dilakukan untuk melawan global warming," ujar Yudi Santoso, ketua panitia. Selain itu, menurut Yudi, aksi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, tepatnya warga sepanjang lahan bekas penambangan dari Sekarkurung hingga Krembangan, akan pentingnya penghijauan.
Di tempat terpisah, puluhan siswa TKIT Al Ummah melakukan aksi turun ke jalan. Mereka mengajak para pengendara yang melintas di Jalan Balikpapan untuk menghemat air. "Hemat air tidak sulit. Bisa dimulai dari rumah kita dan sekaligus jadi pembiasaan bagi anak-anak kita," tutur Kepala TKIT Al Ummah Donna Ari. (yad/c9/ruk)
Sumber: Jawa Pos, Jum'at, 23 April 2010
Sementara itu, puluhan siswa Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al Ummah mengadakan kampanye penghematan air di Jalan Balikpapan, kompleks Perumahan Gresik Kota Baru (GKB), Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar.
Bila biasanya aksi forkot kerap membuat perusahaan maupun pemerintah ketir-ketir karena demonstrasi menyoroti lingkungan, kemarin mereka bergandengan tangan dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik Soemarsono serta wakil TNI dan Polri.
"Penanaman ini dilakukan untuk melawan global warming," ujar Yudi Santoso, ketua panitia. Selain itu, menurut Yudi, aksi tersebut dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, tepatnya warga sepanjang lahan bekas penambangan dari Sekarkurung hingga Krembangan, akan pentingnya penghijauan.
Di tempat terpisah, puluhan siswa TKIT Al Ummah melakukan aksi turun ke jalan. Mereka mengajak para pengendara yang melintas di Jalan Balikpapan untuk menghemat air. "Hemat air tidak sulit. Bisa dimulai dari rumah kita dan sekaligus jadi pembiasaan bagi anak-anak kita," tutur Kepala TKIT Al Ummah Donna Ari. (yad/c9/ruk)
Sumber: Jawa Pos, Jum'at, 23 April 2010

1 komentar:
salut buat Al Ummah...sejak dini sdh diajarkan utk cinta bumi. smg mereka menjadi generasi penyelamat bumi
Posting Komentar